»» READMORE...
Jumat, 22 April 2011
Minggu, 06 Maret 2011
Piranha
| Piranha | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||
| ||||||||||
| Genera | ||||||||||
| Catoprion Pristobrycon Pygocentrus Pygopristis Serrasalmus. Piranha atau piraña (pengucapan /pɨˈrɑːnjə/, /pɨˈrænjə/, /pɨˈrɑːnə/, atau /pɨˈrænə/) adalah ikan air tawar omnivora[1] yang hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan. Di sungai-sungai Venezuela, mereka disebut caribes. Mereka terkenal dengan gigi tajam dan pemakan daging. Meskipun Hollywood sering memberikan citra negatif pada piranha, mereka sebenarnya tidak seberbahaya itu, dan sering dibudidayakan di rumah dan kantor. Pranala luar
|
»» READMORE...
Ikan Badut
| ?Ikan giru | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Ikan badut Ocellaris, Amphiprion ocellaris | ||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||
| ||||||||||||
| Genera | ||||||||||||
| Amphiprion Bloch & Schneider, 1801 Premnas Cuvier, 1816 |
Di alam bebas mereka bersimbiosis dengan anemon laut.[3] Anemon akan melindungi Ikan badut dari pemangsa dan Ikan badut akan membersihkan Anemon dengan memakan sisa - sisa makanan Anemon.[3] Ikan badut berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar mencapai panjang 18 cm, sementara yang terkecil hanya 6 cm.[3]
Lihat Juga
- Finding Nemo, film animasi buatan Pixar pada tahun 2003 dengan ikan giru sebagai karakter utamanya.
Pranala luar
| Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Ikan giru |
»» READMORE...
Sabtu, 05 Maret 2011
Today News
Kresna adalah salah satu dewa yang dipuja oleh umat Hindu, berwujud pria berkulit gelap atau biru tua, memakai dhoti kuning dan mahkota yang dihiasi bulu merak. Legenda Hindu dalam kitab Purana dan Mahabharata menyatakan bahwa ia adalah putra kedelapan Basudewa dan Dewaki, bangsawan dari kerajaan Surasena, kerajaan mitologis di India Utara. Secara umum, ia dipuja sebagai awatara (inkarnasi) Dewa Wisnu kedelapan di antara sepuluh awatara Wisnu. Dalam beberapa sekte Hindu, misalnya Gaudiya Waisnawa, ia dianggap sebagai manifestasi dari kebenaran mutlak, atau perwujudan Tuhan itu sendiri, dan dalam tafsiran kitab-kitab yang mengatasnamakan Wisnu atau Kresna, misalnya Bhagawatapurana, ia dimuliakan sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dalam wiracarita Mahabharata ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Selain itu ia dikenal pula sebagai tokoh yang memberikan ajaran filosofis, dan umat Hindu meyakini Bhagawadgita sebagai kitab yang memuat kotbah Kresna kepada Arjuna tentang ilmu rohani. (Selengkapnya)
- "... bahwa dengan menggunakan teknik survei satelit, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Los Angeles, California bergerak dengan kecepatan 5,1 cm per tahun menuju ke Pegunungan San Gabriel."
- "... bahwa pada 1388, Parlemen Inggris mengeluarkan larangan membuang sampah di saluran air dan selokan-selokan?"
- "... bahwa mantan Presiden AS James A. Garfield dapat menulis bahasa Latin dengan sebelah tangannya dan bahasa Yunani dengan tangannya yang lain, pada waktu yang bersamaan?"
- Essam Sharaf ditunjuk menjadi Perdana Menteri Mesir oleh Dewan Agung Angkatan Bersenjata setelah Ahmed Shafik mengundurkan diri.
- Menteri Urusan Warga Minoritas Pakistan Shahbaz Bhatti tewas ditembak kelompok bersenjata.
- The King's Speech (foto) meraih 4 penghargaan Oscar termasuk Film terbaik pada Academy Awards ke-83.
- STS-133, penerbangan terakhir Wahana Antariksa Discovery, diluncurkan dari Kennedy Space Center.
- Behgjet Pacolli dipilih menjadi Presiden Kosovo oleh Majelis Kosovo walaupun pemilihan tersebut diboikot oleh partai oposisi.
- Gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter mengguncang wilayah Christchurch dan sekitarnya di Selandia Baru, mengakibatkan kerusakan besar dan menewaskan sedikitnya 65 orang.
- Pihak berwenang menembak demonstran di Libya dan Bahrain di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung di dunia Arab.
- 1475 - Michaelangelo Buonarroti, arsitek kenamaan Italia, lahir.
- 1521 - Ferdinand Magellan dan awaknya menjadi orang Eropa pertama yang mencapai Guam.
- 1869 - Dmitri Mendeleev mempersembahkan Tabel Periodik Unsur pertama kepada Badan Kimia Rusia.
»» READMORE...
Minggu, 27 Februari 2011
News Today
Gerakan Bahasa Bengali adalah usaha politik di Pakistan Timur (kini Bangladesh) agar bahasa Bengali diakui sebagai bahasa resmi Pakistan. Pengakuan tersebut akan memperbolehkan bahasa Bengali digunakan dalam pemerintahan. Pada tahun 1948, pemerintah Pakistan menyatakan bahasa Urdu sebagai satu-satunya bahasa resmi, mengakibatkan munculnya penentangan dari penduduk Pakistan Timur yang berbahasa Bengali. Pemerintah lalu melarang pertemuan dan reli publik sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan sektarian dan rasa tidak puas. Setelah konflik selama bertahun-tahun, pemerintah pusat akhirnya memberikan status resmi kepada bahasa Bengali tahun 1956. Gerakan Bahasa merupakan salah satu faktor munculnya pergerakan nasional Bengali. Di Bangladesh, 21 Februari dirayakan sebagai Hari Gerakan Bahasa. Pada tahun 2000, UNESCO menyatakan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional untuk menghormati Gerakan Bahasa Bengali dan hak etno-linguistik semua bangsa di seluruh dunia. (Selengkapnya...)
Tahukah Anda...
27 Februari dalam sejarah
- "... bahwa lebih dari 90% perburuan di kalangan singa dilakukan oleh sang betina? Sementara si jantan enggan mengambil risiko untuk nyawanya, atau lebih suka beristirahat."
- "... bahwa siput menghasilkan cairan lengket tak berwarna yang berfungsi sebagai lapisan pelindung untuk mereka merayap? Cairan ini begitu efektifnya, sehingga siput dapat merayap di ujung silet tanpa terpotong!"
- "... bahwa Presiden Richard Nixon meletakkan sebuah kotak musik di meja kantornya yang bila dibuka akan memainkan lagu "Hail to the Chief"? Lagu ini selalu diperdengarkan ketika Presiden Amerika Serikat memasuki ruangan."
- STS-133, penerbangan terakhir Wahana Antariksa Discovery, diluncurkan dari Kennedy Space Center.
- Behgjet Pacolli dipilih menjadi Presiden Kosovo oleh Majelis Kosovo walaupun pemilihan tersebut diboikot oleh partai oposisi.
- Gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter mengguncang wilayah Christchurch dan sekitarnya di Selandia Baru, mengakibatkan kerusakan besar (foto) dan menewaskan sedikitnya 65 orang.
- Pihak berwenang menembak demonstran di Libya dan Bahrain di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung di dunia Arab.
- Satelit Stardust milik NASA mendekati komet Tempel 1 dan mengambil foto kawah yang terbentuk oleh misi Deep Impact.
- 1827 - Mardi Gras pertama dirayakan di New Orleans, Louisiana.
- 1933 - Kebakaran Reichstag: Gedung parlemen Jerman di Berlin, Reichstag, dibakar.
- 1964 - Pemerintah Italia meminta bantuan dalam menjaga agar Menara Pisa tidak jatuh.
- 1996 - Permainan video Pokémon memulai debutnya di Nintendo Game Boy.
»» READMORE...
Senin, 21 Februari 2011
guppy
Gupi, ikan seribu, ikan cere, atau suwadakar (Poecilia reticulata), adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak-pinak, di banyak tempat di Indonesia ikan ini telah menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Dalam perdagangan ikan hias dikenal sebagai guppy atau juga millionfish[1], di berbagai daerah ikan ini juga dikenal dengan aneka nama lokal seperti gepi (Btw.), bungkreung (Sd.), cethul atau cithul (Jw.), klataw (Bjn), dan lain-lain.
Gupi adalah ikan yang sangat peridi[3]. Masa kehamilan ikan ini berkisar antara 21–30 hari (rata-rata 28 hari) bergantung pada suhu airnya. Suhu air yang paling cocok untuk berbiak adalah sekitar 27 °C (72 °F).
Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya. Menjelang saat-saat kelahirannya, bintik-bintik mata anak-anak ikan dapat terlihat dari kulit perut induknya yang tipis dan menerawang. Seekor induk gupi dapat melahirkan burayak (anak ikan) antara 2–100 ekor pada setiap kelahiran, namun kebanyakan antara 5–30 ekor saja. Beberapa jam setelah persalinan, induk gupi telah siap untuk dibuahi lagi.
Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi telah mampu hidup sendiri. Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini umumnya akan terus bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain yang lebih besar. Namun gupi yang telah dewasa tidak akan segan-segan memangsa burayak yang berukuran jauh lebih kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium, anak-anak ikan ini perlu dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini, apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini dengan segera dapat melipat-gandakan jumlah anggota kelompoknya, sehingga dinamai juga ikan seribu.
Sirip dubur pada ikan jantan mengalami perubahan menjadi gonopodium, yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma yang akan masuk pada tubuh ikan betina[2]. Gupi betina memiliki kemampuan untuk untuk menyimpan sperma, sehingga dapat hamil berulang kali dengan hanya satu kali kawin.
Faktor kunci keberhasilan yang lainnya adalah kemampuannya untuk menyesuaikan hidup dengan pelbagai kondisi perairan, dengan variasi makanan yang beragam. Analisis terhadap isi perut gupi yang hidup di Danau Buyan, Bali, menunjukkan bahwa ikan ini terutama memakan zooplankton yang melimpah di sana. Sementara gupi yang hidup di Danau Bratan dan Batur kebanyakan mengandalkan bahan-bahan organik yang berada di dasar danau[4].
Gupi bahkan dapat hidup pada perairan dengan salinitas tinggi (air asin), hingga 150% salinitas normal air laut[5]
Gupi dimasukkan ke Indonesia sebagai ikan akuarium pada sekitar tahun 1920an, namun kemudian terlepas atau dilepaskan ke perairan bebas. Agaknya ikan ini semula diharapkan dapat membasmi larva nyamuk di alam untuk mengendalikan penyakit malaria, akan tetapi tidak berhasil. Ikan gupi di akuarium dapat mencapai panjang 60 mm, namun di alam kebanyakan hanya tumbuh hingga sekitar 35 mm saja; dan ukuran ini terlalu kecil untuk memangsa jentik-jentik nyamuk[2].
Karena keperidiannya, gupi lekas membiak dan merambah aneka perairan bebas. Pada tahun 1929 tercatat bahwa ikan ini dapat ditemukan di hampir semua kolam dan parit di Jawa Barat[2]. Sekarang ikan ini telah meluas ke pelbagai tempat di Nusantara, dan mungkin telah menjadi ikan yang paling melimpah di Jawa dan Bali[7].
Gupi dapat berkawin silang dengan beberapa jenis moli seperti P. latipinna dan P. velifera, yakni gupi jantan dengan moli betina. Namun anak hasil persilangan ini selalu berkelamin jantan dan cenderung mandul[9]. Sementara persilangan dengan Poecilia wingei dapat menghasilkan anak yang subur.
Daftar isi |
Pemerian
Gupi merupakan anggota suku Poecilidae yang berukuran kecil. Jantan dan betina dewasa mudah dibedakan baik dari ukuran dan bentuk tubuhnya, maupun dari warnanya (dimorfisme seksual). Panjang total tubuh ikan betina antara 4–6 cm, sedangkan jantannya lebih kecil, sekitar 2½–3½ cm. Ikan jantan memiliki warna-warni yang cemerlang dan amat bervariasi, terutama pada ikan hibrida. Ikan gupi liar warnanya lebih sederhana, meski jantannya tetap berwarna-warni dengan dua buah bintik hitam seperti mata di sisi badan: yang satu di bawah sirip punggung dan yang lainnya di atas sirip dubur[2]. Gupi liar betina bertubuh tambun dengan warna kuning kecoklatan dan susunan sisik yang membentuk pola seperti jala (reticulata = dengan pola jaring atau jala), dan perut gendut berwarna putih.Ekologi dan reproduksi
Gupi liar dari Ciliwung. Jantan diapit oleh dua betina
Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya. Menjelang saat-saat kelahirannya, bintik-bintik mata anak-anak ikan dapat terlihat dari kulit perut induknya yang tipis dan menerawang. Seekor induk gupi dapat melahirkan burayak (anak ikan) antara 2–100 ekor pada setiap kelahiran, namun kebanyakan antara 5–30 ekor saja. Beberapa jam setelah persalinan, induk gupi telah siap untuk dibuahi lagi.
Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi telah mampu hidup sendiri. Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini umumnya akan terus bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain yang lebih besar. Namun gupi yang telah dewasa tidak akan segan-segan memangsa burayak yang berukuran jauh lebih kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium, anak-anak ikan ini perlu dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini, apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini dengan segera dapat melipat-gandakan jumlah anggota kelompoknya, sehingga dinamai juga ikan seribu.
Sirip dubur pada ikan jantan mengalami perubahan menjadi gonopodium, yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma yang akan masuk pada tubuh ikan betina[2]. Gupi betina memiliki kemampuan untuk untuk menyimpan sperma, sehingga dapat hamil berulang kali dengan hanya satu kali kawin.
Faktor kunci keberhasilan yang lainnya adalah kemampuannya untuk menyesuaikan hidup dengan pelbagai kondisi perairan, dengan variasi makanan yang beragam. Analisis terhadap isi perut gupi yang hidup di Danau Buyan, Bali, menunjukkan bahwa ikan ini terutama memakan zooplankton yang melimpah di sana. Sementara gupi yang hidup di Danau Bratan dan Batur kebanyakan mengandalkan bahan-bahan organik yang berada di dasar danau[4].
Gupi bahkan dapat hidup pada perairan dengan salinitas tinggi (air asin), hingga 150% salinitas normal air laut[5]
Penyebaran
Suwadakar adalah ikan asli Amerika Tengah dan Selatan, menyebar di Kep. Barbados, Trinidad dan Tobago, Guyana, Antillen Belanda, Kep. Virgin, Brazilia, dan Venezuela[6]. Melalui jalur perdagangan dan lain-lain, ikan ini telah dibawa ke berbagai tempat di semua benua di dunia kecuali Antartika, dan kemudian meliar di perairan-perairan bebas.Gupi dimasukkan ke Indonesia sebagai ikan akuarium pada sekitar tahun 1920an, namun kemudian terlepas atau dilepaskan ke perairan bebas. Agaknya ikan ini semula diharapkan dapat membasmi larva nyamuk di alam untuk mengendalikan penyakit malaria, akan tetapi tidak berhasil. Ikan gupi di akuarium dapat mencapai panjang 60 mm, namun di alam kebanyakan hanya tumbuh hingga sekitar 35 mm saja; dan ukuran ini terlalu kecil untuk memangsa jentik-jentik nyamuk[2].
Karena keperidiannya, gupi lekas membiak dan merambah aneka perairan bebas. Pada tahun 1929 tercatat bahwa ikan ini dapat ditemukan di hampir semua kolam dan parit di Jawa Barat[2]. Sekarang ikan ini telah meluas ke pelbagai tempat di Nusantara, dan mungkin telah menjadi ikan yang paling melimpah di Jawa dan Bali[7].
Taksonomi
Ikan kecil ini semula ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy di Trinidad pada 1866. Albert C. L. G. Gunther belakangan pada tahun itu juga, menamai ikan ini dengan sebutan Girardinus guppii untuk menghormati sang penemu. Namun ternyata ikan ini telah dideskripsi terlebih dulu dengan nama sah Poecilia reticulata oleh Wilhelm Peters pada 1859, sehingga nama Girardinus guppii hanya mendapatkan status sebagai sinonim (junior synonym). Meski demikian, nama umum gupi (guppy) bagi ikan ini telah terlanjur tenar dan digunakan di mana-mana[8].Kerabat dekat
Ikan seribu berkerabat dekat dengan ikan moli (Poecilia latipinna), ikan moli hitam (Poecilia sphenops), ikan ekor-pedang (Xiphophorus helleri), serta ikan platis (Xiphophorus maculatus).Gupi dapat berkawin silang dengan beberapa jenis moli seperti P. latipinna dan P. velifera, yakni gupi jantan dengan moli betina. Namun anak hasil persilangan ini selalu berkelamin jantan dan cenderung mandul[9]. Sementara persilangan dengan Poecilia wingei dapat menghasilkan anak yang subur.
»» READMORE...
Langganan:
Postingan (Atom)